Selamat berlebaran di tengah kesederhanaan
Merayakan hakikat idulfitri, yang sebenarnya tak pernah menuntut gebyar
Hanya soal kembali ke fitrah diri
Memaafkan orang lain, juga diri sendiri
Tidak semua harus dimaafkan hari ini
Maafkan dulu saja diri sendiri agar lebih terasa ikhlasnya
Sebab ikhlas tak pernah jadi pelajaran mudah sejauh ini
Selamat Hari Raya Idulfitri
Mohon maaf apabila pernah tidak sengaja atau bahkan (terasa) sengaja menyakiti
Ramadhan dan Raya dalam keadaan lebih baik,
Semoga tahun depan kita semua diberi kesempatan...
Minggu, 24 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Ramadhan-ku tentang Ikhlas (Lagi)
Tiap-tiap Ramadhan,
Allah terus ulangi pelajaran ikhlas.
Lebih nyata dari bulan-bulan lainnya.
Melepas jalin yang sempat erat (hampir) terikat.
Merelakan mimpi yang diperjuangkan begitu keras.
Dan kali ini,
Menunda rindu yang hanya waktu dapat tentukan temu.
Mari percaya saja,
Pun tanpa perlu bicara rasa,
Semua pasti berikan makna..
Allah terus ulangi pelajaran ikhlas.
Lebih nyata dari bulan-bulan lainnya.
Melepas jalin yang sempat erat (hampir) terikat.
Merelakan mimpi yang diperjuangkan begitu keras.
Dan kali ini,
Menunda rindu yang hanya waktu dapat tentukan temu.
Mari percaya saja,
Pun tanpa perlu bicara rasa,
Semua pasti berikan makna..
Kamis, 19 Maret 2020
#29
At the times of struggle,
Oftentimes I wonder,
Why must these be so hard?
Later did I realize,
Never once I asked God for an easy life,
As easy life is not a meaningful life,
And never will be.
So,
It is ok to struggle,
We all struggle..
Oftentimes I wonder,
Why must these be so hard?
Later did I realize,
Never once I asked God for an easy life,
As easy life is not a meaningful life,
And never will be.
So,
It is ok to struggle,
We all struggle..
Selasa, 18 Februari 2020
Dalam Perjalanan
Aku sedang dalam perjalanan tentang melepaskan.
Jika sudah sampai, aku ingin barang sekejap menenangkan diri ke ruang jeda
Melatih hati agar sabarnya meluas, syukurnya melangit, dan maafnya mudah untuk diberi.
Mau bagaimanapun, ada sesuatu yang harus kita ikhlaskan
Sekuat apapun kita berusaha,
sekuat apapun kita berdoa,
sekuat apapun kita meminta.
Lalu pada akhirnya,
aku putuskan tuk ikuti kata semesta
Membiarkannya menuntunku pada rencana-Nya..
Jika sudah sampai, aku ingin barang sekejap menenangkan diri ke ruang jeda
Melatih hati agar sabarnya meluas, syukurnya melangit, dan maafnya mudah untuk diberi.
Mau bagaimanapun, ada sesuatu yang harus kita ikhlaskan
Sekuat apapun kita berusaha,
sekuat apapun kita berdoa,
sekuat apapun kita meminta.
Lalu pada akhirnya,
aku putuskan tuk ikuti kata semesta
Membiarkannya menuntunku pada rencana-Nya..
Minggu, 19 Januari 2020
#28
We all wish to belong.
It is through those who care deeply about us that we find love and purpose of life.
After all, we are all imperfect beings who need one another.
It is through those who care deeply about us that we find love and purpose of life.
After all, we are all imperfect beings who need one another.
Selasa, 21 Mei 2019
#27
Aku beberapa kali merelakan mimpi,
karena kata Tuhan,
"Bukan, bukan yang itu."
Dan kali ini,
ternyata tentang kamu pun begitu...
karena kata Tuhan,
"Bukan, bukan yang itu."
Dan kali ini,
ternyata tentang kamu pun begitu...
Kamis, 02 Mei 2019
Oh, this is what lost feels like...
She laid her body on the bed right after she got home. As she closed her eyes, a thousand thoughts buzzed her mind.
It was a long, draining day. She thought she could rest after she got home. Yet her mind did not seem to desire the same thing; it did not stop wandering.
She stared at the ceiling; thinking of the feelings, doubting the decision that has been taken, beating herself up with the 'what ifs'. Her 16-meter-square room became so noisy that night. She was drowned beneath the waves of her own thoughts, made of despair. She did not cry, her tears have dried, but, unfortunately, the pain still drowns. These days she does not know who she is. These days she does not where she is. These days she does not know; she is lost.
She then closed her eyes once more for 5 seconds to quiet her mind. She opened her eyes and eventually came back to her senses.
As her mind started turning down, the feeling of emptiness crept in...
—Life is indeed harsh on her lately. But she believes that things will seem much better in the morning light. So will she.
It was a long, draining day. She thought she could rest after she got home. Yet her mind did not seem to desire the same thing; it did not stop wandering.
She stared at the ceiling; thinking of the feelings, doubting the decision that has been taken, beating herself up with the 'what ifs'. Her 16-meter-square room became so noisy that night. She was drowned beneath the waves of her own thoughts, made of despair. She did not cry, her tears have dried, but, unfortunately, the pain still drowns. These days she does not know who she is. These days she does not where she is. These days she does not know; she is lost.
She then closed her eyes once more for 5 seconds to quiet her mind. She opened her eyes and eventually came back to her senses.
As her mind started turning down, the feeling of emptiness crept in...
—Life is indeed harsh on her lately. But she believes that things will seem much better in the morning light. So will she.
Jumat, 26 April 2019
#26
Semakin bertambah umur, semakin belajar mengelola perasaan.
Se-bagaimana-pun perasaanmu sedang campur aduk,
ada daftar tanggung jawab yang tetap harus dilakukan dan diselesaikan.
—Perasaanmu, urusanmu
Se-bagaimana-pun perasaanmu sedang campur aduk,
ada daftar tanggung jawab yang tetap harus dilakukan dan diselesaikan.
—Perasaanmu, urusanmu
Minggu, 14 April 2019
Syukur Hari Ini
Hari ini aku bersyukur.
Di bawah teriknya matahari, yang aku pikirkan hanya agar cepat sampai rumah.
Bukan tentang bagaimana keluargaku bisa makan malam kalau aku terlalu cepat pulang ke rumah — daganganku harus habis.
Hari ini aku bersyukur.
Bergabung menjadi bagian dari kepadatan kereta di akhir pekan ini adalah sebuah pilihan yang sebenarnya bisa kuganti.
Bukan sebuah keharusan yang memaksaku menggunakannya karena tak ada alokasi dana lebih untuk gunakan moda transportasi lainnya — tapi aku ingin mengajak keluargaku jalan-jalan.
Hari ini aku bersyukur.
Sesampainya di rumah ada keluarga yang menunggu, tak luput pula candaan Ayah yang khas.
Bukan ruang hampa yang tiada sesiapa dan tidak hangat — aku tak punya keluarga.
Hari ini aku bersyukur.
Atas semua itu, aku bersyukur.
Di bawah teriknya matahari, yang aku pikirkan hanya agar cepat sampai rumah.
Bukan tentang bagaimana keluargaku bisa makan malam kalau aku terlalu cepat pulang ke rumah — daganganku harus habis.
Hari ini aku bersyukur.
Bergabung menjadi bagian dari kepadatan kereta di akhir pekan ini adalah sebuah pilihan yang sebenarnya bisa kuganti.
Bukan sebuah keharusan yang memaksaku menggunakannya karena tak ada alokasi dana lebih untuk gunakan moda transportasi lainnya — tapi aku ingin mengajak keluargaku jalan-jalan.
Hari ini aku bersyukur.
Sesampainya di rumah ada keluarga yang menunggu, tak luput pula candaan Ayah yang khas.
Bukan ruang hampa yang tiada sesiapa dan tidak hangat — aku tak punya keluarga.
Hari ini aku bersyukur.
Atas semua itu, aku bersyukur.
Stasiun Manggarai, 13 April 2019
Jumat, 01 Februari 2019
(Yang Tak) Terburu
Ini tentang bagaimana menjaga perasaan agar tak terhanyut
Menjaga ekspektasi agar tak tercekik
Pun menjaga rindu agar tak terburu
Mungkin ini tentang jalanku,
mengerti indahnya mengenal-Mu,
melaluinya
Jika memang begitu, aku tekadkan
Semoga dengan begitu,
berkah dan ridho-Mu kami dapatkan
—Kepada-Mu aku percayakan untuk menjaga kami agar terus baik-baik saja.
—Kepada-Mu aku percayakan untuk menjaga kami agar terus baik-baik saja.
Minggu, 06 Januari 2019
I once believed so
He saw me as an independent woman
He adored me for that
He then found out deep down inside I was vulnerable
He embraced me even more
He loves me as a whole.
At least, I once believed so.
He adored me for that
He then found out deep down inside I was vulnerable
He embraced me even more
He loves me as a whole.
At least, I once believed so.
Selasa, 09 Oktober 2018
#25
Ada tangan yang bergerak di luar kuasa
Pun tanpa diminta tetap bekerja
Yang genggam-Nya mengendur untuk memberi apa yang tepat
Yang genggam-Nya mengepal untuk menarik apa yang harus
Dan aku sedang terus menyemogakan agar pintaku dan kuasa-Nya adalah satu.
Pun tanpa diminta tetap bekerja
Yang genggam-Nya mengendur untuk memberi apa yang tepat
Yang genggam-Nya mengepal untuk menarik apa yang harus
Dan aku sedang terus menyemogakan agar pintaku dan kuasa-Nya adalah satu.
Rabu, 16 Mei 2018
Ramadhan Kita Datang
Bicara tentang lebih ramainya lalin ibu kota
Dijejali mereka, para pemburu pahala
Setiapnya bergegas, tak mau tinggal berkah malam pertama
Semesta...
Ramadhan kita tiba..
Mari beri ruang 'tuk ia dapat merangkul dan beri teduh setiap jiwa
Agar tak melulu riuh ricuh yang menggema
Dijejali mereka, para pemburu pahala
Setiapnya bergegas, tak mau tinggal berkah malam pertama
Semesta...
Ramadhan kita tiba..
Mari beri ruang 'tuk ia dapat merangkul dan beri teduh setiap jiwa
Agar tak melulu riuh ricuh yang menggema
Kamis, 22 Maret 2018
The Man I Met on the Bus
This morning, a father-figure sat next to me on the bus. Despite the hot weather, he looked genuinely happy. I cannot help but smile when I saw him.
Out of the blue, he told me that he just had a meningitis vaccine for himself. He will do Hajj this year.
Apparently, the next July Hajj is not his first time, but still, he cannot wait to go. This time is different, he said, because his son fully sponsors his this year's Hajj.
He then conveyed that he was surely happy knowing he could go to the holy city once more. Yet, his main reason for happiness was a privilege he still had, to be the door of Jannah, for his son.
Right after he finished his line, I cried... that made him laugh and say I was such a crybaby.
No wonder his ear-to-ear smile appeared on his face.
I wish I can be the same reason for my parents' ear-to-ear smile, someday.
Out of the blue, he told me that he just had a meningitis vaccine for himself. He will do Hajj this year.
Apparently, the next July Hajj is not his first time, but still, he cannot wait to go. This time is different, he said, because his son fully sponsors his this year's Hajj.
He then conveyed that he was surely happy knowing he could go to the holy city once more. Yet, his main reason for happiness was a privilege he still had, to be the door of Jannah, for his son.
Right after he finished his line, I cried... that made him laugh and say I was such a crybaby.
No wonder his ear-to-ear smile appeared on his face.
I wish I can be the same reason for my parents' ear-to-ear smile, someday.
Sabtu, 03 Maret 2018
#24
Lagi,
kepada Ilahi,
agar tak beratkan hati,
pada apa siapa yang bukan milik diri..
Juga jika ada pinta yang terlalu tinggi,
tolong rendahkan dengan hati-hati..
kepada Ilahi,
agar tak beratkan hati,
pada apa siapa yang bukan milik diri..
Juga jika ada pinta yang terlalu tinggi,
tolong rendahkan dengan hati-hati..
Kamis, 01 Februari 2018
#23
I did not even know what I felt
Until one night
Abrupt tears fell down from my eyes
Then I understood,
"Oh, this is what people called as pain."
Until one night
Abrupt tears fell down from my eyes
Then I understood,
"Oh, this is what people called as pain."
Debat Terbuka
Dalam kereta menuju Bandung
Pagi buta
Aku mencoba pejam
Detik itu juga perseteruan dimulai
Antara seharusnya dan tidak seharusnya
Antara baik dan benar
Diusung oleh logika dan perasaan
Ini adalah debat terbuka
Yang khalayak sudah tebak pemenangnya
Karena perasaan tak pernah kulatih berargumen
Dalam kereta menuju Bandung
Pagi buta
Ada yang tiba-tiba berteriak,
"Kembalikan jam istirahat kami!"
Oh, itu aspirasi tubuh
Baiklah, mari dengarkan
Namun, permisi, siapa yang tadi jadi pemenang?
Argo Parahyangan, 31 Januari 2018
Pagi buta
Aku mencoba pejam
Detik itu juga perseteruan dimulai
Antara seharusnya dan tidak seharusnya
Antara baik dan benar
Diusung oleh logika dan perasaan
Ini adalah debat terbuka
Yang khalayak sudah tebak pemenangnya
Karena perasaan tak pernah kulatih berargumen
Dalam kereta menuju Bandung
Pagi buta
Ada yang tiba-tiba berteriak,
"Kembalikan jam istirahat kami!"
Oh, itu aspirasi tubuh
Baiklah, mari dengarkan
Namun, permisi, siapa yang tadi jadi pemenang?
Argo Parahyangan, 31 Januari 2018
Kamis, 07 Desember 2017
She Taught Me about Struggle
When I was a kid, my mother once told me a story of her, running for a moving bus, after office, when she was a first-jobber.
She spoils me, but she raises me to not be a spoiled-brat as nothing worth having in life comes easy.
Now, I am out of breath after doing the same thing.
She spoils me, but she raises me to not be a spoiled-brat as nothing worth having in life comes easy.
Now, I am out of breath after doing the same thing.
Jakarta, 17:51
Minggu, 12 November 2017
Pemimpi dan Mimpinya
Hari ini banyak duka.
Membuat kedua mata menyiring karena kilatan ingat akan setahun lalu.
Saat kupikir impianku tergapai, padahal nyatanya baru saja termulai.
Bicarakan soal mimpi, mari...
Hidup termaknai sebagai proses mencapai dan menggapai,
sehingga jalan mulus mutlak lah menjadi buah harap.
Namun, sadarkah sadar bila menjadi tidak terlalu optimis itu perlu,
sebab kadang realita lebih bengis dari yang kita tahu?
Serah penuh pada Tuhan menjadi wajib, karena keyakinan adalah yang Ia buat saat kau meragukan. Namun, berlaku juga sebaliknya.
Melek lah akan pertanda Tuhan. Cara-Nya beri tanda itu beda-beda. Seringnya kita tahu, hanya kadang kita pura-pura tak tahu.
Kejar saja kejar! Lari sekuatnya. Sampai Tuhan sendiri yang menggelengkan kepala.
Semua semata karena masa depan yang tanpa persiapan itu namanya angan-angan.
Jangan pernah lupa, di atas segala kerasnya usahamu, doa itu segalanya. Pada siapa lagi kau titipkan harap kalau bukan kepada-Nya sebaik-baik pengabul doa?
Siapkan mental dalam berdoa. Allah selalu siapkan yang jauh lebih baik dari apa yang kita minta.
Jangan juga kau lupa, doa ibu itu sepatu untuk kau melangkah dengan diliputi berkah.
Alangkah baik jika kita merendah sedikit, Kawan!
Kadang semakin kita inginkan, tangan Tuhan akan membawanya pergi lebih jauh dari yang kita bayangkan.
Jika bukan milikmu, tak peduli peluh satu samudera pun tak akan menjadi cukup.
Namun, setidak-tidaknya, pastikan kau berjuang sampai akhir berjuang sampai habis.
Kita sama-sama tahu sesal itu tak ada harganya.
Percaya saja, sabar itu hadiahnya besar.
Hal yang baik dari lelah, kita tahu ada yang kita kejar dengan sungguh.
Mumpung masih hidup, sebelum mati. Mari mati-matian untuk menghidupi mimpi...
Jatinangor, 2014.
Membuat kedua mata menyiring karena kilatan ingat akan setahun lalu.
Saat kupikir impianku tergapai, padahal nyatanya baru saja termulai.
Bicarakan soal mimpi, mari...
Hidup termaknai sebagai proses mencapai dan menggapai,
sehingga jalan mulus mutlak lah menjadi buah harap.
Namun, sadarkah sadar bila menjadi tidak terlalu optimis itu perlu,
sebab kadang realita lebih bengis dari yang kita tahu?
Serah penuh pada Tuhan menjadi wajib, karena keyakinan adalah yang Ia buat saat kau meragukan. Namun, berlaku juga sebaliknya.
Melek lah akan pertanda Tuhan. Cara-Nya beri tanda itu beda-beda. Seringnya kita tahu, hanya kadang kita pura-pura tak tahu.
Kejar saja kejar! Lari sekuatnya. Sampai Tuhan sendiri yang menggelengkan kepala.
Semua semata karena masa depan yang tanpa persiapan itu namanya angan-angan.
Jangan pernah lupa, di atas segala kerasnya usahamu, doa itu segalanya. Pada siapa lagi kau titipkan harap kalau bukan kepada-Nya sebaik-baik pengabul doa?
Siapkan mental dalam berdoa. Allah selalu siapkan yang jauh lebih baik dari apa yang kita minta.
Jangan juga kau lupa, doa ibu itu sepatu untuk kau melangkah dengan diliputi berkah.
Alangkah baik jika kita merendah sedikit, Kawan!
Kadang semakin kita inginkan, tangan Tuhan akan membawanya pergi lebih jauh dari yang kita bayangkan.
Jika bukan milikmu, tak peduli peluh satu samudera pun tak akan menjadi cukup.
Namun, setidak-tidaknya, pastikan kau berjuang sampai akhir berjuang sampai habis.
Kita sama-sama tahu sesal itu tak ada harganya.
Percaya saja, sabar itu hadiahnya besar.
Hal yang baik dari lelah, kita tahu ada yang kita kejar dengan sungguh.
Mumpung masih hidup, sebelum mati. Mari mati-matian untuk menghidupi mimpi...
Jatinangor, 2014.
Sabtu, 20 Mei 2017
#22
People are allowed to leave you.
People are allowed to not want to talk to you.
People are allowed to put their happiness before yours and do what makes them happy even if it does not include you.
People are allowed to not want you in their life.
People are allowed to do whatever they want to better themselves and become the version of themselves they are trying so hard to love.
Don't be bitter towards someone who is only trying to be happy. :)
People are allowed to not want to talk to you.
People are allowed to put their happiness before yours and do what makes them happy even if it does not include you.
People are allowed to not want you in their life.
People are allowed to do whatever they want to better themselves and become the version of themselves they are trying so hard to love.
Don't be bitter towards someone who is only trying to be happy. :)
Langganan:
Postingan (Atom)