Dalam kereta menuju Bandung
Pagi buta
Aku mencoba pejam
Detik itu juga perseteruan dimulai
Antara seharusnya dan tidak seharusnya
Antara baik dan benar
Diusung oleh logika dan perasaan
Ini adalah debat terbuka
Yang khalayak sudah tebak pemenangnya
Karena perasaan tak pernah kulatih berargumen
Dalam kereta menuju Bandung
Pagi buta
Ada yang tiba-tiba berteriak,
"Kembalikan jam istirahat kami!"
Oh, itu aspirasi tubuh
Baiklah, mari dengarkan
Namun, permisi, siapa yang tadi jadi pemenang?
Argo Parahyangan, 31 Januari 2018
Tampilkan postingan dengan label thoughts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thoughts. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 Februari 2018
Minggu, 12 November 2017
Pemimpi dan Mimpinya
Hari ini banyak duka.
Membuat kedua mata menyiring karena kilatan ingat akan setahun lalu.
Saat kupikir impianku tergapai, padahal nyatanya baru saja termulai.
Bicarakan soal mimpi, mari...
Hidup termaknai sebagai proses mencapai dan menggapai,
sehingga jalan mulus mutlak lah menjadi buah harap.
Namun, sadarkah sadar bila menjadi tidak terlalu optimis itu perlu,
sebab kadang realita lebih bengis dari yang kita tahu?
Serah penuh pada Tuhan menjadi wajib, karena keyakinan adalah yang Ia buat saat kau meragukan. Namun, berlaku juga sebaliknya.
Melek lah akan pertanda Tuhan. Cara-Nya beri tanda itu beda-beda. Seringnya kita tahu, hanya kadang kita pura-pura tak tahu.
Kejar saja kejar! Lari sekuatnya. Sampai Tuhan sendiri yang menggelengkan kepala.
Semua semata karena masa depan yang tanpa persiapan itu namanya angan-angan.
Jangan pernah lupa, di atas segala kerasnya usahamu, doa itu segalanya. Pada siapa lagi kau titipkan harap kalau bukan kepada-Nya sebaik-baik pengabul doa?
Siapkan mental dalam berdoa. Allah selalu siapkan yang jauh lebih baik dari apa yang kita minta.
Jangan juga kau lupa, doa ibu itu sepatu untuk kau melangkah dengan diliputi berkah.
Alangkah baik jika kita merendah sedikit, Kawan!
Kadang semakin kita inginkan, tangan Tuhan akan membawanya pergi lebih jauh dari yang kita bayangkan.
Jika bukan milikmu, tak peduli peluh satu samudera pun tak akan menjadi cukup.
Namun, setidak-tidaknya, pastikan kau berjuang sampai akhir berjuang sampai habis.
Kita sama-sama tahu sesal itu tak ada harganya.
Percaya saja, sabar itu hadiahnya besar.
Hal yang baik dari lelah, kita tahu ada yang kita kejar dengan sungguh.
Mumpung masih hidup, sebelum mati. Mari mati-matian untuk menghidupi mimpi...
Jatinangor, 2014.
Membuat kedua mata menyiring karena kilatan ingat akan setahun lalu.
Saat kupikir impianku tergapai, padahal nyatanya baru saja termulai.
Bicarakan soal mimpi, mari...
Hidup termaknai sebagai proses mencapai dan menggapai,
sehingga jalan mulus mutlak lah menjadi buah harap.
Namun, sadarkah sadar bila menjadi tidak terlalu optimis itu perlu,
sebab kadang realita lebih bengis dari yang kita tahu?
Serah penuh pada Tuhan menjadi wajib, karena keyakinan adalah yang Ia buat saat kau meragukan. Namun, berlaku juga sebaliknya.
Melek lah akan pertanda Tuhan. Cara-Nya beri tanda itu beda-beda. Seringnya kita tahu, hanya kadang kita pura-pura tak tahu.
Kejar saja kejar! Lari sekuatnya. Sampai Tuhan sendiri yang menggelengkan kepala.
Semua semata karena masa depan yang tanpa persiapan itu namanya angan-angan.
Jangan pernah lupa, di atas segala kerasnya usahamu, doa itu segalanya. Pada siapa lagi kau titipkan harap kalau bukan kepada-Nya sebaik-baik pengabul doa?
Siapkan mental dalam berdoa. Allah selalu siapkan yang jauh lebih baik dari apa yang kita minta.
Jangan juga kau lupa, doa ibu itu sepatu untuk kau melangkah dengan diliputi berkah.
Alangkah baik jika kita merendah sedikit, Kawan!
Kadang semakin kita inginkan, tangan Tuhan akan membawanya pergi lebih jauh dari yang kita bayangkan.
Jika bukan milikmu, tak peduli peluh satu samudera pun tak akan menjadi cukup.
Namun, setidak-tidaknya, pastikan kau berjuang sampai akhir berjuang sampai habis.
Kita sama-sama tahu sesal itu tak ada harganya.
Percaya saja, sabar itu hadiahnya besar.
Hal yang baik dari lelah, kita tahu ada yang kita kejar dengan sungguh.
Mumpung masih hidup, sebelum mati. Mari mati-matian untuk menghidupi mimpi...
Jatinangor, 2014.
Kamis, 30 Juni 2016
(Harus) Tetap Ada Syukur
Pagi selalu membawa harap
Tak terkecuali pagi ini
Kau pun setuju, kan. Langit?
Warnamu biru muda kemerahan pagi ini
Merona
Mempesona
Bagai gadis beranjak dewasa
Yang tersenyum yakin akan kehidupan
Ajarkan aku akan selalu ada hal yang dapat disyukuri
Di tengah pikuk hal yang harus dihadapi
Ya, paling tidak, pagi selalu membawa harap.
Tak terkecuali pagi ini
Kau pun setuju, kan. Langit?
Warnamu biru muda kemerahan pagi ini
Merona
Mempesona
Bagai gadis beranjak dewasa
Yang tersenyum yakin akan kehidupan
Ajarkan aku akan selalu ada hal yang dapat disyukuri
Di tengah pikuk hal yang harus dihadapi
Ya, paling tidak, pagi selalu membawa harap.
Dari aku,
yang terjebak dalam transportasi massal Ibu Kota
pada pukul 06.18 demi menjadi budak korporat
Rabu, 25 November 2015
Cerita dari Yogyakarta
Yogyakarta selalu memberi cerita, juga berita.
Cerita kali ini mengenai limpah kasih Tuhan yang tak pernah putus.
Kita saja yang harus peka bahwa bentuknya kan berbeda di tiap kedatangan.
Tuhan memang selalu punya cara untuk -pada akhirnya- memaksa hambanya untuk bersyukur.
Dan aku di sini, kembali bersyukur.
Terima kasih, Tuhan.
Terima kasih juga, Yogya.
Cerita kali ini mengenai limpah kasih Tuhan yang tak pernah putus.
Kita saja yang harus peka bahwa bentuknya kan berbeda di tiap kedatangan.
Tuhan memang selalu punya cara untuk -pada akhirnya- memaksa hambanya untuk bersyukur.
Dan aku di sini, kembali bersyukur.
Terima kasih, Tuhan.
Terima kasih juga, Yogya.
Yogya, 22 November 2015
Kamis, 20 November 2014
There’s No Such Thing as Love, it’s Fantasy.
Namanya Cinta. Tak berwujud, tak pernah berwujud.
Tanpa wujud saja sudah buat anak cucu Adam gila.
Ini menarik ketika bicara soal rasa.
Tak ada yang benar tahu apa itu rasa.
Manusia berisik berbicara dan (tak lupa) mengeluh soal
cinta.
Memangnya benar tahu apa itu cinta?
Katanya cinta itu menerima.
Katanya cinta itu pengorbanan.
Katanya cinta itu butuh.
Katanya cinta itu butuh.
Katanya cinta itu tenang.
Katanya cinta itu senang.
Ketika definisinya saja terlalu beragam, dari mana kau tahu
itu cinta?
Jangan-jangan itu bukan cinta, hanya sesuatu yang kau anggap
cinta?
Ah, buatku tak apa, asal efeknya gila;
Buatku tak mati rasa, buatku tak
mati asa.
Jumat, 07 November 2014
Perihal Wanita
"Dibalik laki-laki sukses selalu ada wanita hebat."
Lalu pertanyaannya, apa yang seorang wanita lakukan di belakang lelaki?
Berlindung? Mengintip lewat celah ketiak? Atau menggerogoti?
Perhati(k)an.
Belakang bukanlah seperti negatif terhadap positif.
Belakang bukanlah seperti zaman batu terhadap era modern.
Belakang bukanlah seperti lemah terhadap kuat.
Belakang bukanlah tertinggal.
Belakang bukanlah antrian.
Melainkan, belakang adalah ruang yang luput bagi yang menghadap ke depan.
Sayang, punggung lelaki sangatlah tebal, apalagi untuk melihat. Di belakangnya pula berbagai kekurangan tersembunyikan. Banyak hal yang luput untuk diperhatikan, apalagi, untuk menjadi sukses, sudah selayaknya maju menghadap ke depan. Tak terelakkan, lelaki makin tak awas pada apa yang di belakang.
Seorang wanita di belakang, dialah yang akan memperhatikan. Untuk siapa? Tentu hanya untuk lelaki yang ada di depannya. Sejauh apa, sedalam apa, sebermakna apa, secermat apa, ialah taraf kebijaksanaan dan ilmu sang wanita yang menentukan. Beruntung, lelaki yang di belakangnya ada wanita yang siap melaporkan semacam peringatan. Maka, sukses lelaki adalah ketidakluputan.
Lalu bagaimana dengan yang ada di belakang sang wanita? Tidak ada yang berada di sana.
Maka, di sanalah, kata "hebat" disematkan.
Seperti yang kau ucap, "Dibalik laki2 sukses selalu ada wanita hebat."
Being told by Deden Habibi
in our conversation (or discussion?)
about the role of women.
about the role of women.
Sabtu, 04 Januari 2014
Kolaborasi
Siapa juga yang bisa mengingkari rasa luar biasa yang didapat setiap nikmati hujan, aku cinta rasa itu, tetapi satu nomor di bawah rasa luar biasa yang kudapat setiap nikmati kasur.
.....Ah, namun, setelah kupikir, yang paling tidak bisa kutolak adalah keduanya.....yang dihadirkan bersamaan.
Regards,
Lazy me.
Jumat, 05 Juli 2013
Juli, Kenapa?
Bekasiku dua hari ini beda.
Matahari tak menyengat.
Juliku dua hari ini tak biasa.
Temu mentari pun tidak.
Juli, lupakah ini periodemu?
Atau lelah menjadi Juli yang dimaki?
Apapun, puji khalayak sukses kau menangkan.
Walau ini bukan Juli yang seperti Juli.
Matahari tak menyengat.
Juliku dua hari ini tak biasa.
Temu mentari pun tidak.
Juli, lupakah ini periodemu?
Atau lelah menjadi Juli yang dimaki?
Apapun, puji khalayak sukses kau menangkan.
Walau ini bukan Juli yang seperti Juli.
Jumat, 26 April 2013
Jangan Salah Pikir
"Tenang, semua akan pulih. Kau selalu punya waktu."
"Untuk?"
"Apapun."
"Oh ya, benar. Katanya, waktu menyembuhkan, ya? Kuharap begitu."
"...Ketika waktu hanya dapat memberimu waktu?"
"...Yang kemudian menyembuhkan, bukan?"
"Menurutmu begitu?"
"Setidaknya, menurut kebanyakan."
"Benar begitukah?"
"Lalu?"
"Waktu hanya jadikanmu terbiasa, lalu mati rasa. Efeknya? Lupa."
"Ah, ya..."
"Paling tidak, waktu memberikanmu waktu. Untuk berdamai dengan nyata lalu kembali meramai segala rasa."
"Lalu yang terbang hilang?"
"Tidak akan seindah lalu, namun....lebih indah."
Dan tentang balas, manusia memang hebat, kerap buat Tuhan menjadi malas mengulur bantu. Ya, karena suka campuri urusan-Nya.
Hati-hati dengan doa.
"Untuk?"
"Apapun."
"Oh ya, benar. Katanya, waktu menyembuhkan, ya? Kuharap begitu."
"...Ketika waktu hanya dapat memberimu waktu?"
"...Yang kemudian menyembuhkan, bukan?"
"Menurutmu begitu?"
"Setidaknya, menurut kebanyakan."
"Benar begitukah?"
"Lalu?"
"Waktu hanya jadikanmu terbiasa, lalu mati rasa. Efeknya? Lupa."
"Ah, ya..."
"Paling tidak, waktu memberikanmu waktu. Untuk berdamai dengan nyata lalu kembali meramai segala rasa."
"Lalu yang terbang hilang?"
"Tidak akan seindah lalu, namun....lebih indah."
Dan tentang balas, manusia memang hebat, kerap buat Tuhan menjadi malas mengulur bantu. Ya, karena suka campuri urusan-Nya.
Hati-hati dengan doa.
Jumat, 12 April 2013
#7
Pernahkah terbesit tanya akan air, bagaimana rasa tempuh sejauh-jauhnya perjalanan namun samudera jualah labuhan akhirnya? Tenang? Jenuh?
Jumat, 05 April 2013
Tanya
"Apa yang disebar, pun itulah yang dituai."Andai jika yang kusebar pestisida, dimana kucoba bunuh sadis hama yang tujuan keberadaannya hanya demi menyambung hidup, untuk petani yang juga ingin menyambung hidup. Yang kutuai, baikkah? Burukkah?
Andai jika hama yang kucoba bunuh sadis itu dapat derita, teruskan hidup mengeluhkan derita, namun juga mendoakanku derita. Pun ia sedang menyebarkah? Atau terhitung sebagai doakah?
Kepada pepatah, diri ajukan tanya.
Kepada Tuhan, hamba harapkan jawab.
Minggu, 18 September 2011
Beliefs
I believe in a lotta things.
I believe that life is really great and people should take advantage of it.
I believe that laughing as loud as you want can calm a 'lil of your pain down.
I believe that God is out there and He has a plan.
I believe that not caring so much about others’ opinions will get you far steps ahead.
I believe that expecting nothing makes your life so much easier.
I believe that people will change for the better or for the worse.
I believe that there's someone out there who always loves your smile.
I believe that everyone have their own good side.
I believe that God will give you more than He takes.
I believe in second chances. I believe in karma. I believe in taking risks.
I believe that life is really great and people should take advantage of it.
I believe that laughing as loud as you want can calm a 'lil of your pain down.
I believe that God is out there and He has a plan.
I believe that not caring so much about others’ opinions will get you far steps ahead.
I believe that expecting nothing makes your life so much easier.
I believe that people will change for the better or for the worse.
I believe that there's someone out there who always loves your smile.
I believe that everyone have their own good side.
I believe that God will give you more than He takes.
I believe in second chances. I believe in karma. I believe in taking risks.
Kamis, 15 September 2011
Dear Motivator
'Orang berpikir ia tak berdaya karena tidak mencoba padahal tak seorangpun yang setidakberdaya yang ia pikirkan'.
Bagaimana jika ada yang mendapatkan kenyataan bahwa 'Ia berpikir ia mampu padahal ia tidak semampu yang ia pikirkan karena....ia telah mencoba'. Bisa kau pertanggungjawabkan motivasi-mu yang ber-hasil terbalik dengan yang kau harapkan, hai, Motivator?
Lalu apabila kau menjawab 'ada yang salah dengan caranya', bagaimana juga dengan motivasi-mu yang berisi 'walaupun anda berada pada posisi yang paling benar, akan selalu ada yang berkata kau salah'. Lalu, ia harus menganggapmu orang yang berkata salah meskipun ia (siapa tau) melakukan hal yang benar?
Lalu kau ralat perkataanmu, 'Oh, memang tidak ada hidup yang sempurna, berlapangdadalah dengan kenyataan'.
Dan ya aku semakin berpikir, kali ini anda benar, tidak ada hidup yang sempurna, hal buruk akan terus selalu terjadi, lalu mengapa anda menjadi motivator? Untuk memotivasi orang lain agar dapat hidup lebih baik menuju sempurna? Sedangkan kau sebut tidak ada hidup yang sempurna? Jika hidupnya tak kunjung baik, lalu kau sebut 'berdamailah dengan kenyataan'. Kemudian sebenarnya kau itu apa dan untuk apa?'
Bagaimana jika ada yang mendapatkan kenyataan bahwa 'Ia berpikir ia mampu padahal ia tidak semampu yang ia pikirkan karena....ia telah mencoba'. Bisa kau pertanggungjawabkan motivasi-mu yang ber-hasil terbalik dengan yang kau harapkan, hai, Motivator?
Lalu apabila kau menjawab 'ada yang salah dengan caranya', bagaimana juga dengan motivasi-mu yang berisi 'walaupun anda berada pada posisi yang paling benar, akan selalu ada yang berkata kau salah'. Lalu, ia harus menganggapmu orang yang berkata salah meskipun ia (siapa tau) melakukan hal yang benar?
Lalu kau ralat perkataanmu, 'Oh, memang tidak ada hidup yang sempurna, berlapangdadalah dengan kenyataan'.
Dan ya aku semakin berpikir, kali ini anda benar, tidak ada hidup yang sempurna, hal buruk akan terus selalu terjadi, lalu mengapa anda menjadi motivator? Untuk memotivasi orang lain agar dapat hidup lebih baik menuju sempurna? Sedangkan kau sebut tidak ada hidup yang sempurna? Jika hidupnya tak kunjung baik, lalu kau sebut 'berdamailah dengan kenyataan'. Kemudian sebenarnya kau itu apa dan untuk apa?'
Rabu, 29 Juni 2011
Ketidaksamaan
Benci ketidaksamaan? Bukan, bukan perbedaan yang ku maksud di sini. Perbedaan memiliki makna kata yang lain untukku. Untuk ini, entah...aku lebih ingin menyebutnya ketidaksamaan. Ketidaksamaan jalan pikiran, pendapat, cara hidup, dan yang lain. Namun bukan tentang keyakinan atau ras, aku menyebut itu perbedaan.
Ku ulangi pertanyaanku, ada yang benci ketidaksamaan? Ada? Aku punya usul untukmu.
Pergi cari cermin! Kemudian lihat ke dalamnya, cari!
Kau pasti akan temui apa yang kau cari. Kau dapati partner baru, sahabat baru yang selalu sesuai denganmu. Ia mengatakan apa yang kau katakan. Ia selalu bersepakat, bersepaham, dan bersekata denganmu. Pastinya tidak ada yang kau benci darinya, bukan? Indah?
Lalu...hiduplah di dunia cerminmu itu! Dunia yang tak pernah bisa kau (benar-benar) sentuh. Masihkah indah? Tidak? Sekarang kembali benci?
Bukan, point-ku bukan untuk kau menyadari bahwa kau ternyata benar-benar benci tentang isi dunia atau hidupmu. Atau...kau mengaku kau bukan pembenci ketidaksamaan namun kau sekarang sedang tertawa membaca paragrafku? Iya? Lalu apa namanya kau sekarang? Bukankah paragrafku, jalan pikiranku?
Kalau begitu, sekarang aku justru yang akan menertawaimu karena ternyata masih saja ada manusia yang benci ketidaksamaan.
Kau bukan hidup di dunia cermin! Ketidaksamaan justru yang membuatmu merasa hidup! Hidupi hidupmu dengan mulai berdamai dengan ketidaksamaan!^^
Read it or Leave it.
Ku ulangi pertanyaanku, ada yang benci ketidaksamaan? Ada? Aku punya usul untukmu.
Pergi cari cermin! Kemudian lihat ke dalamnya, cari!
Kau pasti akan temui apa yang kau cari. Kau dapati partner baru, sahabat baru yang selalu sesuai denganmu. Ia mengatakan apa yang kau katakan. Ia selalu bersepakat, bersepaham, dan bersekata denganmu. Pastinya tidak ada yang kau benci darinya, bukan? Indah?
Lalu...hiduplah di dunia cerminmu itu! Dunia yang tak pernah bisa kau (benar-benar) sentuh. Masihkah indah? Tidak? Sekarang kembali benci?
Bukan, point-ku bukan untuk kau menyadari bahwa kau ternyata benar-benar benci tentang isi dunia atau hidupmu. Atau...kau mengaku kau bukan pembenci ketidaksamaan namun kau sekarang sedang tertawa membaca paragrafku? Iya? Lalu apa namanya kau sekarang? Bukankah paragrafku, jalan pikiranku?
Kalau begitu, sekarang aku justru yang akan menertawaimu karena ternyata masih saja ada manusia yang benci ketidaksamaan.
Kau bukan hidup di dunia cermin! Ketidaksamaan justru yang membuatmu merasa hidup! Hidupi hidupmu dengan mulai berdamai dengan ketidaksamaan!^^
Read it or Leave it.
Kamis, 21 April 2011
God has plan(s)!
........Yang kami batalkan atau hilangkan dari ingatan, pasti kami gantikan dengan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu? (Al-Baqarah : 106)
Ketika kamu percaya...kamu pasti dapat maknanya ;)
Ketika kamu percaya...kamu pasti dapat maknanya ;)
Langganan:
Postingan (Atom)
