Tampilkan postingan dengan label Eight. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eight. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2012

Go Go, Fighter!

Hi, Muhammad Ilham Ramadhan. Hard phase, right? Maybe I have no right to say 'I feel you', but really, I feel so, the hard phase.

But it's not the end, rite? perjuangan masih panjang, jalan pun masih terbentang. Ketika di satu jalan kita gagal, Allah pasti udah nyiapin jalan lain buat dilewatin. Dunia terus berputar seolah maksa kita juga buat terus keep goin on, tanpa sempet ada waktu 'mengaduh-aduh' ketika kita jatuh. Tanpa mengaduh-aduh, semua tau jatuh itu sakit, tapi gak ada gunanya. Gak ada orang yang mau tau sesakit apa jatuhmu, yang semua orang luar lihat cuman pencapaian kamu, bukan bagaimana kamu mencapai itu. It really is just wasting your time, yang padahal waktu mengaduh-aduh itu bisa dipake buat do other things buat bangkit dari jatuhmu itu.


Dan, harus percaya ini, semuanya cuman a matter of time. Percaya, kan, kalau semua bakal indah pada waktunya? Sekali lagi, Allah punya jalan. Kalau jalan Allah bukan lewat yang sudah kamu lewati, siapa bisa paksa? Soal koreksi kesalahan, memang harus banget dilakukan, apa yang kurang dan apa yang salah sebelum-sebelumnya. Tp sebatas koreksi untuk membenahi diri bukan untuk menyalahi diri. Ya itu tadi, ketika jalan yang Allah punya untukmu bukan itu, gak peduli sebagaimanapun kerasnya kamu berusaha, berdoa, ya tidak akan jadi milikmu. Bukan usaha atau doanya yang salah, tapi memang bukan jalanmu. Itu saja.
Bukan, bukan percuma, selalu ada yang bisa didapet kok dari segala hal. Kamu sendiri, bukan, yang bilang kalau 'di dunia ini gak ada yang percuma'? Jadi kamu sendiri pun percaya itu, kan?
Berkali-kali kau berjuang, berkali-kali kau gagal, berkali-kali kau bangkit dan berjuang kembali.
Ketika kau sudah berkali-kali terjatuh, dan kemudian terus bangkit dan berjuang kembali, bayangkan betapa manis rasanya ketika akhirnya kau berhasil, jauh lebih manis dan indah dibandingkan jika hanya sekali terjatuh atau bahkan tidak pernah terjatuh. Iya, sekali lagi aku bilang aku tau, jatuhnya memang sakit. Tapi, tetap, semua akan indah, pada waktunya, pada akhirnya, if it's not okay, it isn't the end. Aku percaya itu.


Dan, yang aku katakan, tentang bukan percuma. Let's see it through the positive side. Anggap kau sedang 'sekali mendayung, dua bahkan tiga pulau terlampaui', dengan menganggap ini pula sebagai pelajaran hidup, bukan hanya tahap mengejar mimpi. Inilah kelebihanmu pada tahapmu sekarang, yang lainnya belum tentu dapatkan.
See this.... Dengan pernah terjatuh, kamu belajar untuk bangkit lagi. Dengan pernah terjatuh, kamu tau siapa orang-orang yang ada untukmu dan mengajakmu untuk bangkit lagi. Dengan pernah jatuh, kamu (semoga) semakin dekat dengan-Nya. Dengan pernah terjatuh, kamu lebih tahu bagaimana cara tepat untuk meminta kepada-Nya. Dengan pernah terjatuh, you know you're tougher than you think, karena kamu pasti bisa lewatin ini. Dengan pernah terjatuh, kamu sendiri sedang melatih mentalmu menjadi mental orang hebat. Dengan pernah terjatuh, kamu akan lebih menghargai keberhasilanmu kelak. Dengan pernah terjatuh sekarang, kamu benahi dirimu untuk dirimu yang lebih baik di masa depan. Dengan pernah jatuh, kamu bisa tau semua itu. Ya, dengan terjatuh.

Allah gak bakal khilaf akan nasib satu hamba pun, apalagi hamba-Nya, dan apalagi hamba-Nya yang baik, dan juga apalagi hamba-Nya yang baik yang berniat baik. Kamu sendiri tahu kamu hamba-Nya, orang-orang tahu kamu adalah baik, dan orang-orang terdekatmu tahu kamu berniat baik. Allah gak akan lupa sama kamu, kamu cuman butuh lebih berusaha buat cari tahu yang mana jalan-Nya yang jalanmu, dan berusaha buat lebih dekat dengan-Nya.

Jadi, lagi aku bicara, jangan pernah bosen buat semangat, jangan pernah bosen buat struggling, jangan pernah bosen buat minta terus sama Allah.
If there's something else I can do, surely I will. Sayangnya, cuman ini yang bisa aku lakuin buat kamu; gak pernah bosen buat ngedukung kamu, gak pernah bosen buat nyemangatin kamu, gak pernah bosen buat doain kamu. Yang aku pernah bilang, nama kamu gak pernah absen dari doa aku. Iya, Insya Allah aku disini, gak pernah bosen buat ngedorong kamu dari belakang. Dan yang bakal tersenyum paling lebar waktu kamu berhasil, kedua, setelah keluarga kamu.
Perangnya belum selesai, negaranya belum merdeka, warga negaranya siap bantu buat kemerdekaan. Ayo lanjutin perangnya!
Bismillahirrahmanirrahin. Allah menyertaimu dan aku menyayangimu, sayang.

With love

Jumat, 07 Oktober 2011

Candu

Being with you is addictive. Your soft voice. The warm feeling when you're right here beside me. The way you put your arm around me. The way you pinch my cheeks. The way you tease me then hug me tight afterwards. The way you stop my tears with your hug and (super) words. The way you make me smile and laugh. The way you mess my hairs. Another warm feeling when I lay my body on yours. Your laugh and stupid comments after listening my whines and moans. The way you put the helmet onto my head. Too much 'the way' of yours that I love. I've already addicted to that feeling when I'm with you. Makes me want to spend more more and more times with you.
Time together isn't ever quite enough, this is so true! I desperately need you, don't ever make me learning to no need you. And yes, times will get hard, just believe me that we'll have it good.
I love you, not-so-big panda bear! <3

Rabu, 29 Juni 2011

Eight.

Sebenar-benarnya, ini bukan tentang yang terbaik dari kita, tetapi justru yang terburuk dari masing-masing kita. Memberikan yang terburuk dari masing-masing lalu kemudian mendapatkan yang terbaik dari masing-masing yang lain.
Dan ini tentang keutuhan dan total, bukan yang setengah-setengah, bukan yang sisa dari yang lain.
Juga seharus-harusnya, ini tentang pemberian dengan cara sederhana tanpa harapan.

MIR, 8!

Sabtu, 14 Mei 2011

I'm Yours

I may not have the softest touch
I may not say the words as such
I know I don't fit in that much
And though I may not look like much
I'm yours

You have to know that I love you, Muhammad Ilham Ramadhan.