Sabtu, 25 April 2015

Bantuan Sedikit Untukmu, Tuan

One day, I asked my best boy-friend to give advice to my future partner.
Then he answered with.....

"Well, hallo pangeran tampan nan rupawanya Nadia Anindya yang masih otewe!
Sebagai pembukaan, gue pengen ngucapin Turut berduka cita atas nasib dirimu yang menjadi pendamping hidupnya Aya, knp? Karena sudah dapat dipastikan bahwa dirimu akan mendapat byk pesaing yg jg mengejar ngejar untuk mendapatkan hatinya Aya.... yak prokprokprok πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ selamaat. tp jangan khawatir, sebagai kawannya Aya, disini gue akan membagi sedikit banget pengetahuan gue dalam menghadapi Aya supaya nantinya lo akan tangguh dan kuat berada dalam hatinya Aya. Yeah!
Pertama,
banyaklah bersabar dengan Aya, kenapa? bidadari asal bekasi yang amat kau cintai ini adl manusia super sibuk. Aya bukan lah tipikal manusia yang betah ngga ada kerjaan di hidupnya macem pengangguran friksional jangka pendek. Makhluk kaya dia adalah tipe manusia yang punya banyak impian yang pengen dicapai, jadi udah pasti bakalan banyak banget hal yang ia lakukan pas mudanya kaya skrg ini. Saran dari saya adalah, beri Aya pengertian sebisa mungkin, jangan takut akan waktu untuk lo ilang, karna sesibuk apa pun Aya, pasti akan menyisihkan waktunya untuk org yang emang penuh arti bagi dirinya *uwaaaaaw*. Lalu, mungkin Aya tuh keliatan sok wanita independen gidudeeeeh.... tp, Aya tetaplah wanita (ceilah), she needs ur support no matter what. Tp sebagai gantinya, Aya jg bakal mendukung dan percaya dengan diri lo yg punya mimpi apa pun itu meski diri lo sendiri ragu sama mimpi itu (asik)
Yang kedua,
Doi mah genius. Titik. Wkwkwk doi ngga usah lau suruh suruh belajar dah, doi dah pinter dr orok kayanya. Dari dulu ane berkawan ama Aya ngga pernah ngeliat doi kebingungan soal belajar. Jadi, bidadari lau ini bisa jadi tempat untuk mengadu soal ilmu wkwkwk.. yaaa itu juga kalo lau masih satu dunia perilmuan ama doi. Tapii, meski demikian, gue tetep berharap lo adalah orang yang cerdas dan berwawasan luas yang bahkan lebih dari doi, karna Aya pernah bilang kalo dibuat naksir karna otak lebih melekat dibandingkan dengan wajah... eaaaaa.... Terus disamping itu, Aya tipe orang yang sangat kritis, bahkan Aya suka mempertanyakan hal yang menurut orang lain ngga perlu dipertanyakan, yap itulah bidadari bekasi lo, unik bukan? Haha mungkin hal apa itu akan lo ketahui kl lo kenal langsung dengan beliau. Sejujurnya gue jg udh mencoba menjawab dan berharap suatu saat bisa bantu menjawab tapi apalah daya duh..... ilmu mentok cyiiin. Wkwkw, jadi yaaa gue berharap mungkin suatu saat lo yang bantu beliau mungkin? ;) yeah prokprokprok πŸ‘πŸ‘πŸ‘.
Terus, ini nih yang paling krusial goks! Aya tuh tukang makan! Goks! Bagi aya makanan adalah kehidupan, jadi sopasti siapin diri lo untuk tangguh dalam memakan apapun bro!!!
Ps: jangan kawatir dan jangan cemburu dg gue, cz i'm too awesome, jadi org kaya gue ngga masuk tipenya aya yeah prokprokprokπŸ‘πŸ‘πŸ‘ wkwk ✌ See u soon!!"

Terima kasih untuk Andika Rizki.

Semoga sedikit banyak bisa membantumu, Tuan yang Belum Datang.
Sampai ketemu! :) 

Selasa, 06 Januari 2015

Selamat 2015!

Jika analoginya satu tahun bagai satu buku.
Buku 2014-ku, mau tak mau, sudah kuselesaikan. 
Tidak ada yang selalu senang.
Hanya ada yang pintar tutupi pedih.
Tidak ada yang selalu sedih,
Hanya ada yang pintar berusaha riang. 
Bersyukur saja, dari sana siapa pun belajar.
Belajar bahwa manusia merasa hidup karena berusaha untuk hidup. 
Berdoa saja, semoga di masa depan siapa pun tersenyum ketika membaca ulang Buku 2014-nya. 
Terima kasih, 2014.
Kau kusambut, 2015. :)

Terima kasih 2014 atas Bali, Balikpapan, Turki, Jogjakarta, dan Korea Selatan.
Kakiku siap 'tuk tapaki tempat-tempat indah lain, 2015. :)

Kamis, 20 November 2014

There’s No Such Thing as Love, it’s Fantasy.

Namanya Cinta. Tak berwujud, tak pernah berwujud.
Tanpa wujud saja sudah buat anak cucu Adam gila.

Ini menarik ketika bicara soal rasa.
Tak ada yang benar tahu apa itu rasa.

Manusia berisik berbicara dan (tak lupa) mengeluh soal cinta.
Memangnya benar tahu apa itu cinta?

Katanya cinta itu menerima.
Katanya cinta itu pengorbanan.
Katanya cinta itu butuh.
Katanya cinta itu tenang.
Katanya cinta itu senang.

Ketika definisinya saja terlalu beragam, dari mana kau tahu itu cinta?
Jangan-jangan itu bukan cinta, hanya sesuatu yang kau anggap cinta?

Ah, buatku tak apa, asal efeknya gila;
Buatku tak mati rasa, buatku tak mati asa.

Jumat, 07 November 2014

Perihal Wanita

"Dibalik laki-laki sukses selalu ada wanita hebat."

Lalu pertanyaannya, apa yang seorang wanita lakukan di belakang lelaki?
Berlindung? Mengintip lewat celah ketiak? Atau menggerogoti?

Perhati(k)an.

Belakang bukanlah seperti negatif terhadap positif.
Belakang bukanlah seperti zaman batu terhadap era modern.
Belakang bukanlah seperti lemah terhadap kuat.
Belakang bukanlah tertinggal.
Belakang bukanlah antrian.
Melainkan, belakang adalah ruang yang luput bagi yang menghadap ke depan.

Sayang, punggung lelaki sangatlah tebal, apalagi untuk melihat. Di belakangnya pula berbagai  kekurangan tersembunyikan. Banyak hal yang luput untuk diperhatikan, apalagi, untuk menjadi  sukses, sudah selayaknya maju menghadap ke depan. Tak terelakkan, lelaki makin tak awas pada  apa yang di belakang.

Seorang wanita di belakang, dialah yang akan memperhatikan. Untuk siapa? Tentu hanya untuk  lelaki yang ada di depannya. Sejauh apa, sedalam apa, sebermakna apa, secermat apa, ialah  taraf kebijaksanaan dan ilmu sang wanita yang menentukan. Beruntung, lelaki yang di  belakangnya ada wanita yang siap melaporkan semacam peringatan. Maka, sukses lelaki adalah  ketidakluputan.

Lalu bagaimana dengan yang ada di belakang sang wanita? Tidak ada yang berada di sana.
Maka, di sanalah, kata "hebat" disematkan.

Seperti yang kau ucap, "Dibalik laki2 sukses selalu ada wanita hebat."



Being told by Deden Habibi
in our conversation (or discussion?)
about the role of women.

Selasa, 04 November 2014

Terburu Rindu

Selamat Malam, Tuan.
Maaf, sapaanku di surat kali ini kupanggil kau "Tuan", tak apa? Karena sungguh, aku tak tahu harus memanggilmu apa. Nyatanya jika dihitung dengan angka, kau kini lima-tahun-mendatangku.
Benarkah lima tahun? Bukan kuragu, hanya mempersilakanmu datang tanpa diburu waktu. Tak ada yang akan sempurna jika terburu. Juga, tak ada yang suka diburu-buru, benar? :)

Seperti di pucuk sebelumnya, akan kembali kutanya kabarmu. Kali ini, apa kabarmu, Tuan? Kuharap primamu di segala kondisi tentu saja.
Impian dan cita-citamu tak menunggu, jangan berhenti. Kau lebih hebat dari yang kau pikir, jangan khawatir.
Kuselipkan lancarmu dalam doa akhir sujudku. Pun kau jangan lupa bersujud demi lancarmu, Tuan. Tak ada yang lebih baik dari ikhtiar keras yang diiringi dengan doa lembut, bukan? :)

Sebelum tanganku bisa gapai, tolong perhatikan sehatmu sendiri. Mengabaikan sehatmu sama dengan mengabaikan masa depanmu, tahu?
Tak muluk-muluk, kuharap kau makan teratur dan tak sering begadang. Aku tahu kau pekerja keras, namun selipkan olah raga di jadwal sibukmu akan baik.
Akan kubayar permintaanku ini dengan kesediaan menjaga sehatmu di hari yang kita sama-sama nantikan. Sajikan menu sehat dengan kesediaan temanimu menyantap, juga berolahaga dengan kesediaan lakukannya bersama.
Menyenangkan? Kuharap. :)

Tuan, bagaimana hari-harimu? Adakah yang menemani? Tak usah ragu, katakan saja jika ada.
Justru aku akan senang kau tak merasa sendiri. Paling tidak, sebelum aku yang tak akan bosan melakukannya setiap hari nanti, ada yang bersedia dengarkan keluhmu saat ini.
Pintaku, tolong perlakukan dia sebaik yang kau sanggup. Tak ada ayah yang inginkan putri kecilnya tidak diperlakukan selayaknya putri. (Kau tahu apa yang kumaksud putri di sini). Begitu pun denganmu kepada putri kecil kita kelak, bukan? :)

....
....
Bagaimana denganku?
Ah.... Bolehkah kujawab dengan "Aku rindu padamu"...?
Bahkan kita belum pernah bertemu? Jangan tertawa....
Aku rasa detik ini (atau akhir-akhir ini) aku benar rindu padamu.
Kuberitahu, aku tidak sedang memulai cerita sedih, tenang saja.
Sungguh, detik ini (dan akhir-akhir ini) aku sedang sangat akrab dan nyaman dengan kesendirian. Aku mulai suka dengan perasaan tidak "dimiliki" oleh siapa pun.
Lakukan apa pun yang ingin kulakukan, siapa yang larang? Jumpa dengan siapa pun yang ingin kujumpa, siapa yang marah? Menyenangkan.
Mungkin ada yang kira ini penyangkalan, silakan, nyatanya ini yang benar-benar sedang kurasakan.
Hingga, kurasa tak ada yang perlu atau harus kurindukan saat ini (selain kamu).
Bodoh? Biar saja. Toh bodohku tak pernah kugunakan untuk membodohi orang lain.



....
Ya, kau boleh menasihatiku untuk tidak membiarkan hati semakin dingin. Tapi kau tahu, ini aku. Ini aku yang semakin usia semakin tak mengerti bagaimana itu.... jatuh cinta.
Yang semakin kumengerti, rindu bagian dari cinta, namun rindu bukan berarti cinta. Kenyataan ironis bahwa yang kupahami justru hal ironis. Hingga, kau tahu? Kenyataan ironis lain aku setidak mampu itu bedakan "terbiasa", "butuh", "ingin", dan "cinta".

Jangan tersenyum pahit begitu, aku tidak putus asa, justru menjadi semakin penasaran bagaimana rasanya bertemu denganmu nanti.
Ya, aku tak sabar dibuat jatuh cinta (lagi?).
Tak sabar dibuat memuja satu makhluk Tuhan.
Tak sabar dibuat rindu walau hanya sedetik tak temu.
Tak sabar dibuat benci karena saking peduli.
Tak sabar dibuat haru tanpa dibuat biru.
Pun tak sabar dibuat terus senyum bak orang yang terlalu banyak minum.


Tak sabar berdiskusi berbagi pandangan karena wawasanmu yang kupuja.
Tak sabar mengenyangkan isi kepala karena intelektualmu yang menaklukkan.
Tak sabar menjadi aku, yang selalu benar-benar menjadi aku, ketika di samping kamu yang tak ragu menjadi benar-benar kamu ketika di sampingku.
Tak sabar menceritakan hari selelah dan serumit apapun isi kepala, karena hanya dengan berbincang saja terasa menenangkan juga menyenangkan.
Juga tak sabar bersujud penuh syukur akan kehendak-Nya menghadirkan kita yang aku dan kamu.

Aku tak bilang hanya kau yang bisa lakukan.
Mungkin ada yang lain, mungkin.
Tak menutup mungkin, dalam perjalanan menemukanmu aku menemukan ia yang bisa lakukan.
Atau tak menutup mungkin, ia yang kutemukan diperjalananku itu sebenarnya kamu.
Bagaimanapun mungkin yang ada, satu yang pasti, tak ada yang akan seindah ketika kurasakan denganmu, nanti.

Hingga kusimpulkan, jika kesendirian kini adalah ujian untukku agar aku lebih bisa menjaga kehadiranmu nanti, maka akan kulakukan dengan lebih senang hati. Walau aku tahu, “nanti” itu tak pasti.



Jangan terburu-buru.
Aku hanya rindu.
Sampai bertemu!



Tertanda,
Rumahmu.

Bagian ketiga dari "Apa Kabar?" dan "Tujuh Tahun"

Kamis, 23 Oktober 2014

dua apa?

For me, being mature is about getting more responsible for things. Question is, how responsible I am until today?

Gosh, I’m twenty.

Rabu, 15 Oktober 2014

#14

"...atau mungkin ini caraku 'tuk menyangkal tau cara Tuhan.
Karena mungkin sebenarnya, ini sesederhana cara Tuhan 'tuk berkata T-i-d-a-k."