Sepasang,
seperti mata,
seperti kaki,
seperti tangan,
seperti telinga.
Melihat lebih jelas,
berjalan lebih sigap,
menggenggam lebih kuat,
mendengar lebih peka.
Satu berfungsi,
dua sempurna.
Aku dan kamu,
menjadi kanan dan kiri.
Selasa, 24 Januari 2017
Minggu, 01 Januari 2017
Tahun Baru
Riuh,
hingar,
bingar,
di pusat kota,
sambut tahun baru.
Riuh,
hingar,
bingar,
di ruang keluarga,
songsong harapan baru.
Riuh,
hingar,
bingar,
di dalam kepala,
masih saja kamu...
hingar,
bingar,
di pusat kota,
sambut tahun baru.
Riuh,
hingar,
bingar,
di ruang keluarga,
songsong harapan baru.
Riuh,
hingar,
bingar,
di dalam kepala,
masih saja kamu...
Sabtu, 31 Desember 2016
Masih Sama
Masih tentang satu yang sama
yang hadir, tapi juga tidak
yang jauh, tapi juga tidak
yang tak ada, tapi nyatanya ada.
Jangan katakan ini semu,
kau tak pernah tahu ini benar terasa.
Jangan katakan sementara,
kau tak pernah tahu berapa lusa hilang terbang.
Ini bukan tentang satu atau seribu tahun lagi
Juga bukan tentang rindu atau tidak rindu
Ini tentang satu,
yang walau sanggup terpisah,
tak akan menjadi utuh.
yang hadir, tapi juga tidak
yang jauh, tapi juga tidak
yang tak ada, tapi nyatanya ada.
Jangan katakan ini semu,
kau tak pernah tahu ini benar terasa.
Jangan katakan sementara,
kau tak pernah tahu berapa lusa hilang terbang.
Ini bukan tentang satu atau seribu tahun lagi
Juga bukan tentang rindu atau tidak rindu
Ini tentang satu,
yang walau sanggup terpisah,
tak akan menjadi utuh.
Senin, 31 Oktober 2016
Sesederhana Pulang ke Rumah
Hidup saya kayak lagi digambarin lewat kejadian yang baru saja saya alami.
Hendak pulang, namanya juga pulang, sudah pasti tahu tujuannya ke mana.
Hendak pulang, namanya juga pulang, sudah pasti tahu tujuannya ke mana.
Tunggu bus di halte, tiba-tiba hujan deras. Haltenya ada tempat duduk, tapi kecil, nyaman-nyaman saja sebenarnya dibuat duduk, tapi tampias air tetap kena sedikit-sedikit.
Bus trayek tujuan saya kedatangannya tak pernah pasti, yang saya bisa lakukan hanya menunggu. Ah, kalau cuaca tidak hujan, mungkin bisa saja saya tunggu sambil jajan-jajan yang sebenarnya tidak mengenyangkan, tapi menyenangkan. Tapi nyatanya sekarang hujan. Melangkah satu, kuyup sebadan.
Diam. Menunggu. Tak tahu juga kapan datang. Tapi tetap ditunggu dan menunggu. Mau apa lagi? Saya mau pulang, tujuan saya miliki segala yang saya butuh. Pun bisa saja saya pilih bus tujuan lain yang sedari tadi sudah tiga yang lewat, menuju tempat yang tawarkan hal berbeda. Namun bukan rumah. Saya mau rumah.
Jadi diam. Menunggu. Melangkah basah. Pula tak tahu kapan datangnya. Tapi tetap menunggu.
Nah, busnya datang. Kaki kecil saya sontak berlari. Takut keburu pergi. Takut keburu penuh. Setelah bus datang, saya tak hirau akan hujan pun kuyup.
Bus saya datang! Akhirnya bus saya datang!
Di luar masih hujan, saya duduk di dalam dengan nyaman. Ah, mari menuju rumah. :-)
Jatinangor, 16 September 2016
Diam. Menunggu. Tak tahu juga kapan datang. Tapi tetap ditunggu dan menunggu. Mau apa lagi? Saya mau pulang, tujuan saya miliki segala yang saya butuh. Pun bisa saja saya pilih bus tujuan lain yang sedari tadi sudah tiga yang lewat, menuju tempat yang tawarkan hal berbeda. Namun bukan rumah. Saya mau rumah.
Jadi diam. Menunggu. Melangkah basah. Pula tak tahu kapan datangnya. Tapi tetap menunggu.
Nah, busnya datang. Kaki kecil saya sontak berlari. Takut keburu pergi. Takut keburu penuh. Setelah bus datang, saya tak hirau akan hujan pun kuyup.
Bus saya datang! Akhirnya bus saya datang!
Di luar masih hujan, saya duduk di dalam dengan nyaman. Ah, mari menuju rumah. :-)
Jatinangor, 16 September 2016
Senin, 26 September 2016
Ceramah
Kalau lelah,
ya sudah
jangan biarkan diri berdarah
Bukan berarti lemah,
tak perlu merasa payah
apalagi sampai marah
Tak usah juga gegabah
tangan Tuhan pasti menjamah
ya sudah
jangan biarkan diri berdarah
Bukan berarti lemah,
tak perlu merasa payah
apalagi sampai marah
Tak usah juga gegabah
tangan Tuhan pasti menjamah
Selasa, 06 September 2016
#20
"You have to listen to the sound of your own breathing and honor the truth inside you. Your feelings are inherently right and true. They’re important and they matter. It is more than okay to feel what you feel. Don’t let anyone, including yourself, convince you otherwise. Don't be so hard on yourself, self..."
Jumat, 29 Juli 2016
#19
Buatku, pagi itu... secangkir teh manis hangat; langkah kaki yang tergesa; bayangan senyummu; dan ingatan akan hari yang terus berkurang menuju kepulanganmu.
Ah, bahkan pagiku saja masih tentang kamu..
Langganan:
Postingan (Atom)