Being with you is addictive. Your soft voice. The warm feeling when you're right here beside me. The way you put your arm around me. The way you pinch my cheeks. The way you tease me then hug me tight afterwards. The way you stop my tears with your hug and (super) words. The way you make me smile and laugh. The way you mess my hairs. Another warm feeling when I lay my body on yours. Your laugh and stupid comments after listening my whines and moans. The way you put the helmet onto my head. Too much 'the way' of yours that I love. I've already addicted to that feeling when I'm with you. Makes me want to spend more more and more times with you.
Time together isn't ever quite enough, this is so true! I desperately need you, don't ever make me learning to no need you. And yes, times will get hard, just believe me that we'll have it good.
I love you, not-so-big panda bear! <3
Jumat, 07 Oktober 2011
I'm Here
Hello there, I'm here.
I'm here to stand by your side for any condition you are in.
I'm here to hold your hand to pass through your up-down life.
I'm here yo listen to your grumble, sadness. I'm here to listen to you.
I'm here to keep you up whenever you get down.
I'm here for you to rely on. To be the one who you rely on.
I'm here to make a new reason for your smile when everything around you doesn't make you smile anymore.
I'm here to make you feel that you are not alone
Hello there, I'm here, I'm here for you..
I'm here to stand by your side for any condition you are in.
I'm here to hold your hand to pass through your up-down life.
I'm here yo listen to your grumble, sadness. I'm here to listen to you.
I'm here to keep you up whenever you get down.
I'm here for you to rely on. To be the one who you rely on.
I'm here to make a new reason for your smile when everything around you doesn't make you smile anymore.
I'm here to make you feel that you are not alone
Hello there, I'm here, I'm here for you..
Minggu, 18 September 2011
Beliefs
I believe in a lotta things.
I believe that life is really great and people should take advantage of it.
I believe that laughing as loud as you want can calm a 'lil of your pain down.
I believe that God is out there and He has a plan.
I believe that not caring so much about others’ opinions will get you far steps ahead.
I believe that expecting nothing makes your life so much easier.
I believe that people will change for the better or for the worse.
I believe that there's someone out there who always loves your smile.
I believe that everyone have their own good side.
I believe that God will give you more than He takes.
I believe in second chances. I believe in karma. I believe in taking risks.
I believe that life is really great and people should take advantage of it.
I believe that laughing as loud as you want can calm a 'lil of your pain down.
I believe that God is out there and He has a plan.
I believe that not caring so much about others’ opinions will get you far steps ahead.
I believe that expecting nothing makes your life so much easier.
I believe that people will change for the better or for the worse.
I believe that there's someone out there who always loves your smile.
I believe that everyone have their own good side.
I believe that God will give you more than He takes.
I believe in second chances. I believe in karma. I believe in taking risks.
Kamis, 15 September 2011
Dear Motivator
'Orang berpikir ia tak berdaya karena tidak mencoba padahal tak seorangpun yang setidakberdaya yang ia pikirkan'.
Bagaimana jika ada yang mendapatkan kenyataan bahwa 'Ia berpikir ia mampu padahal ia tidak semampu yang ia pikirkan karena....ia telah mencoba'. Bisa kau pertanggungjawabkan motivasi-mu yang ber-hasil terbalik dengan yang kau harapkan, hai, Motivator?
Lalu apabila kau menjawab 'ada yang salah dengan caranya', bagaimana juga dengan motivasi-mu yang berisi 'walaupun anda berada pada posisi yang paling benar, akan selalu ada yang berkata kau salah'. Lalu, ia harus menganggapmu orang yang berkata salah meskipun ia (siapa tau) melakukan hal yang benar?
Lalu kau ralat perkataanmu, 'Oh, memang tidak ada hidup yang sempurna, berlapangdadalah dengan kenyataan'.
Dan ya aku semakin berpikir, kali ini anda benar, tidak ada hidup yang sempurna, hal buruk akan terus selalu terjadi, lalu mengapa anda menjadi motivator? Untuk memotivasi orang lain agar dapat hidup lebih baik menuju sempurna? Sedangkan kau sebut tidak ada hidup yang sempurna? Jika hidupnya tak kunjung baik, lalu kau sebut 'berdamailah dengan kenyataan'. Kemudian sebenarnya kau itu apa dan untuk apa?'
Bagaimana jika ada yang mendapatkan kenyataan bahwa 'Ia berpikir ia mampu padahal ia tidak semampu yang ia pikirkan karena....ia telah mencoba'. Bisa kau pertanggungjawabkan motivasi-mu yang ber-hasil terbalik dengan yang kau harapkan, hai, Motivator?
Lalu apabila kau menjawab 'ada yang salah dengan caranya', bagaimana juga dengan motivasi-mu yang berisi 'walaupun anda berada pada posisi yang paling benar, akan selalu ada yang berkata kau salah'. Lalu, ia harus menganggapmu orang yang berkata salah meskipun ia (siapa tau) melakukan hal yang benar?
Lalu kau ralat perkataanmu, 'Oh, memang tidak ada hidup yang sempurna, berlapangdadalah dengan kenyataan'.
Dan ya aku semakin berpikir, kali ini anda benar, tidak ada hidup yang sempurna, hal buruk akan terus selalu terjadi, lalu mengapa anda menjadi motivator? Untuk memotivasi orang lain agar dapat hidup lebih baik menuju sempurna? Sedangkan kau sebut tidak ada hidup yang sempurna? Jika hidupnya tak kunjung baik, lalu kau sebut 'berdamailah dengan kenyataan'. Kemudian sebenarnya kau itu apa dan untuk apa?'
Rabu, 29 Juni 2011
Eight.
Sebenar-benarnya, ini bukan tentang yang terbaik dari kita, tetapi justru yang terburuk dari masing-masing kita. Memberikan yang terburuk dari masing-masing lalu kemudian mendapatkan yang terbaik dari masing-masing yang lain.
Dan ini tentang keutuhan dan total, bukan yang setengah-setengah, bukan yang sisa dari yang lain.
Juga seharus-harusnya, ini tentang pemberian dengan cara sederhana tanpa harapan.
MIR, 8!
Dan ini tentang keutuhan dan total, bukan yang setengah-setengah, bukan yang sisa dari yang lain.
Juga seharus-harusnya, ini tentang pemberian dengan cara sederhana tanpa harapan.
MIR, 8!
Ilmu Tentang Batas
"Batas" tidak selamanya merupakan "pembatas". Ternyata sebuah "batas" juga adalah "penghubung" yang tak tergantikan. Kita sering berpikir bahwa dengan "menembus batas" mungkin kita akan sampai pada "sesuatu di sebrang sana". Bila batas membuat satu dan yang lain berjarak, melampauinya kita pikir akan membuat keduanya "lebih dekat". Tapi ternyata keliru, batas adalah sebuah kesadaran ruang, "jarak antara" yang membuat kita dengan yang di seberang batas, masing-masing memiliki maknanya sendiri-sendiri. Barangkali.
Tanpa "batas" tak ada "yang lain". Jadi, biarlah "batas" tetap menjadi batas.
Tanpa "batas" tak ada "yang lain". Jadi, biarlah "batas" tetap menjadi batas.
Source: CurhatSetan
Ketidaksamaan
Benci ketidaksamaan? Bukan, bukan perbedaan yang ku maksud di sini. Perbedaan memiliki makna kata yang lain untukku. Untuk ini, entah...aku lebih ingin menyebutnya ketidaksamaan. Ketidaksamaan jalan pikiran, pendapat, cara hidup, dan yang lain. Namun bukan tentang keyakinan atau ras, aku menyebut itu perbedaan.
Ku ulangi pertanyaanku, ada yang benci ketidaksamaan? Ada? Aku punya usul untukmu.
Pergi cari cermin! Kemudian lihat ke dalamnya, cari!
Kau pasti akan temui apa yang kau cari. Kau dapati partner baru, sahabat baru yang selalu sesuai denganmu. Ia mengatakan apa yang kau katakan. Ia selalu bersepakat, bersepaham, dan bersekata denganmu. Pastinya tidak ada yang kau benci darinya, bukan? Indah?
Lalu...hiduplah di dunia cerminmu itu! Dunia yang tak pernah bisa kau (benar-benar) sentuh. Masihkah indah? Tidak? Sekarang kembali benci?
Bukan, point-ku bukan untuk kau menyadari bahwa kau ternyata benar-benar benci tentang isi dunia atau hidupmu. Atau...kau mengaku kau bukan pembenci ketidaksamaan namun kau sekarang sedang tertawa membaca paragrafku? Iya? Lalu apa namanya kau sekarang? Bukankah paragrafku, jalan pikiranku?
Kalau begitu, sekarang aku justru yang akan menertawaimu karena ternyata masih saja ada manusia yang benci ketidaksamaan.
Kau bukan hidup di dunia cermin! Ketidaksamaan justru yang membuatmu merasa hidup! Hidupi hidupmu dengan mulai berdamai dengan ketidaksamaan!^^
Read it or Leave it.
Ku ulangi pertanyaanku, ada yang benci ketidaksamaan? Ada? Aku punya usul untukmu.
Pergi cari cermin! Kemudian lihat ke dalamnya, cari!
Kau pasti akan temui apa yang kau cari. Kau dapati partner baru, sahabat baru yang selalu sesuai denganmu. Ia mengatakan apa yang kau katakan. Ia selalu bersepakat, bersepaham, dan bersekata denganmu. Pastinya tidak ada yang kau benci darinya, bukan? Indah?
Lalu...hiduplah di dunia cerminmu itu! Dunia yang tak pernah bisa kau (benar-benar) sentuh. Masihkah indah? Tidak? Sekarang kembali benci?
Bukan, point-ku bukan untuk kau menyadari bahwa kau ternyata benar-benar benci tentang isi dunia atau hidupmu. Atau...kau mengaku kau bukan pembenci ketidaksamaan namun kau sekarang sedang tertawa membaca paragrafku? Iya? Lalu apa namanya kau sekarang? Bukankah paragrafku, jalan pikiranku?
Kalau begitu, sekarang aku justru yang akan menertawaimu karena ternyata masih saja ada manusia yang benci ketidaksamaan.
Kau bukan hidup di dunia cermin! Ketidaksamaan justru yang membuatmu merasa hidup! Hidupi hidupmu dengan mulai berdamai dengan ketidaksamaan!^^
Read it or Leave it.
Langganan:
Postingan (Atom)